Langkah Kecil Di Ujung Jalan
Di sebuah desa kecil yang hampir terlupakan, hiduplah seorang pemuda bernama Arga. Ayahnya seorang buruh angkut, ibunya penjual kue keliling. Setiap pagi sebelum matahari terbit, Arga membantu ibunya menyiapkan dagangan, lalu berjalan kaki belasan kilometer untuk bekerja sebagai kurir lepas.
Banyak orang menertawakan mimpinya.
āOrang sepertimu jangan terlalu tinggi bercita-cita,ā kata mereka.
Namun Arga percaya satu hal:
langkah kecil yang konsisten lebih kuat daripada mimpi besar tanpa usaha.
Saat hujan deras, ia tetap mengantar paket.
Saat panas menyengat, ia tetap tersenyum.
Uang yang ia kumpulkan tidak langsung dihabiskanāsebagian disisihkan untuk belajar, membeli buku, dan mengikuti pelatihan gratis secara daring di malam hari.
Tahun demi tahun berlalu.
Tidak ada keajaiban instan.
Tidak ada jalan pintas.
Hingga suatu hari, Arga dipercaya mengelola operasional kecil di perusahaan tempat ia sering mengantar barang. Kejujuran, ketepatan waktu, dan kerja kerasnya berbicara lebih keras daripada ijazah.
Beberapa tahun kemudian, Arga berdiri di tempat yang samaāujung jalan desa itu.
Bedanya, kini ia bukan lagi kurir lepas, melainkan pemimpin usaha logistik yang membuka lapangan kerja bagi orang-orang yang dulu meragukannya.
Ia tersenyum dan berkata pelan:
āAku tidak mengubah dunia. Aku hanya tidak berhenti melangkah.ā
⨠Pesan cerita:
Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling bertahan.
Banyak orang menertawakan mimpinya.
āOrang sepertimu jangan terlalu tinggi bercita-cita,ā kata mereka.
Namun Arga percaya satu hal:
langkah kecil yang konsisten lebih kuat daripada mimpi besar tanpa usaha.
Saat hujan deras, ia tetap mengantar paket.
Saat panas menyengat, ia tetap tersenyum.
Uang yang ia kumpulkan tidak langsung dihabiskanāsebagian disisihkan untuk belajar, membeli buku, dan mengikuti pelatihan gratis secara daring di malam hari.
Tahun demi tahun berlalu.
Tidak ada keajaiban instan.
Tidak ada jalan pintas.
Hingga suatu hari, Arga dipercaya mengelola operasional kecil di perusahaan tempat ia sering mengantar barang. Kejujuran, ketepatan waktu, dan kerja kerasnya berbicara lebih keras daripada ijazah.
Beberapa tahun kemudian, Arga berdiri di tempat yang samaāujung jalan desa itu.
Bedanya, kini ia bukan lagi kurir lepas, melainkan pemimpin usaha logistik yang membuka lapangan kerja bagi orang-orang yang dulu meragukannya.
Ia tersenyum dan berkata pelan:
āAku tidak mengubah dunia. Aku hanya tidak berhenti melangkah.ā
⨠Pesan cerita:
Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling bertahan.