“Sepatu Sang Ayah”

Dipublikasikan: 10 Dec 2025 23:18  •  89 views

Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang anak bernama Rama. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, ia selalu melihat ayahnya berangkat kerja lebih dulu, mengenakan sepasang sepatu tua yang sudah retak di beberapa bagian. Ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan, dan hujan–panas bukan alasan untuk berhenti.

Suatu hari, ketika Rama melihat sepatu ayahnya hampir benar-benar hancur, ia bertanya:

“Ayah nggak capek pakai sepatu itu? Kenapa nggak beli yang baru?”

Ayahnya tersenyum, menepuk kepala Rama.

“Ayah bisa tahan sedikit rasa sakit di kaki, Nak. Yang penting kamu tidak perlu menahan rasa sakit di masa depan.”

Rama tidak mengerti. Baginya, sepatu barulah solusi paling sederhana.

Namun tahun demi tahun berlalu, Rama tumbuh menjadi siswa berprestasi. Ia mendapat beasiswa ke universitas, lalu bekerja di kota besar. Pada hari ia menerima gaji pertamanya, ia pulang dan menemukan ayahnya sedang duduk di teras rumah… masih dengan sepatu tua yang sama, semakin usang.

Tanpa banyak bicara, Rama meletakkan sebuah kotak kecil di pangkuan ayahnya. Di dalamnya ada sepasang sepatu kerja yang baru—kokoh, bagus, dan nyaman.

Ayahnya menatap sepatu itu, lalu menatap Rama. Matanya berkaca.

“Ayah dulu pilih pakai sepatu jelek supaya kamu bisa punya masa depan bagus,” kata Rama pelan.
“Kini biar aku yang jaga langkah Ayah.”

Ayahnya mengangguk, tersenyum dengan air mata yang jatuh pelan.
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia merasakan langkah yang ringan.

Kita semua berjalan menggunakan sesuatu yang pernah dikorbankan oleh orang lain.
Jika kita sudah sampai di tempat yang baik, jangan lupa kembali untuk memulihkan mereka yang diam-diam menguatkan langkah kita.

Komentar Pembaca

Tulis Komentar
🏠
Home
📰
News
🔥
Trending
🌙
Mode